Thursday, August 20, 2015

pengaruh air di dalam kehidupan terhadap lingkungan hidup menurut sudut pandangan teknik lingkungan

        Salam perkenalan dari saya, Trisno Utomo Naibaho, mahasiswa dari Teknik Lingkungan USU. Kali ini, seperti pada themanya, saya akan membahas dan menjelaskan "solusi dan inovasi dari permasalahan lingkungan hidup yang berkaitan dengan ilmu keteknikan", dan judul yang saya ambil adalah "pengaruh air di dalam kehidupan terhadap lingkungan hidup menurut sudut pandangan teknik lingkungan." Saya tertarik memilih judul ini karena berkaitan dengan halnya pelestarian sumber daya alam, salah satunya adalah sumber daya air.
          Pada dasarnya, makhluk hidup, yakni manusia, hewan, dan tumbuhan, memiliki hubungan timbal balik satu sama lain. Makhluk hidup tersebut dapat hidup di ekosistemnya masing-masing, dan semuanya tercipta berkat kelimpahan alam yang tersedia di dunia ini. Inilah yang disebut dengan lingkungan hidup yang bersifat alamiah, dimana Tuhan menciptakan semuanya. Dari situ lah terciptanya berbagai sumber daya alam yang merupakan unsur penting di dalam kehidupan manusia. Salah satu unsur sumber daya alam yang harus kita perhatikan adalah air. Kenapa? Karena air merupakan salah satu sumber daya alam yang dapat diperbaharui, selain dari tanah, cahaya matahari, tumbuhan, dan hewan. Walaupun begitu, seluruh makhluk hidup tersebut sangat membutuhkan air, baik bagi tumbuhan, hewan, dan terutama bagi manusia. 
        Tumbuhan membutuhkan air tersebut untuk membuat tumbuhan tersebut tetap segar, tumbuh, dan berperan penting dalam proses fotosintesis. Hewan juga membutuhkan air untuk minum mereka sehari-hari. Manusia sendiri pasti sangat membutuhkan air untuk keperluan mereka sehari-hari. Manusia memanfaatkan air tersebut untuk keperluan lain, seperti minum, memasak, mencuci, dan mengairi sawah. Menurut pandangan teknik, air tersebut juga bisa diolah oleh manusia sebagai bahan pokok industri. Contohnya seperti produk air mineral, seperti Aqua, Le Minerale, Cleo, Ades, dll. Dan tentu saja, bisa diolah juga dengan menambahkan rasa essens seperti buah-buahan, gula, maupun bisa diolah menjadi minuman soda, seperti Mizone, Fruit Tea, Teh Botol Sosro, Coca Cola, dan lain-lain. Sementara itu, air tersebut juga bisa dimasak untuk keperluan mereka sehari-hari, selain digunakan untuk minum. Selain itu juga, air tersebut bisa digunakan untuk mencuci, contohnya seperti di sungai atau di danau. Air tersebut juga bisa digunakan untuk mengairi sawah, supaya sawahnya tetap hijau dan tidak layu, seperti halnya tumbuhan, dan hasilnya akan membawa keuntungan tersendiri bagi mereka, khususnya bagi para petani, maupun perkebunan, karena perkebunan sendiri membutuhkan air tersebut untuk mengairi lahan perkebunan mereka juga.
            Air tersebut dapat ditemukan dimana saja. Pada dasarnya, air tersebut dapat ditemukan di mata air pegunungan, danau, sungai, waduk (danau buatan), pantai, maupun laut, serta melalui suatu daur ulang yang dinamakan siklus hidrolik (siklus ini terjadi di sumber mata air tertentu saja). Air tersebut memiliki banyak jenis, seperti air sumur, air pegunungan, air terjun, dan sebagainya. Dari segi ekonomi, air itu akan membawa keuntungan dan kemakmuran bagi makhluk hidup, terutama manusia, sedangkan dari segi biologisnya, air itu juga bermanfaat untuk kesehatan dan kebaikan bagi makhluk hidup, terutama bagi manusia juga. Tetapi, di sisi lain, air tersebut juga membawa malapetaka bagi makhluk hidup, terutama bagi manusia. Malapetaka tersebut berupa pencemaran air. Pencemaran tersebut disebabkan oleh manusia sendiri. Contoh sederhananya seperti membuang sampah ke sungai. Entah mengapa mereka melakukan perbuatan tersebut. Tetapi yang jelas, ketika sampah tersebut menumpuk begitu banyak, akan menimbulkan air yang keruh dan berbau busuk, serta memunculkan berbagai macam penyakit. Hal tersebut juga akan membuat biota-biota air (hewan-hewan air), maupun tumbuhan air, ikut mati. Selain itu, ketika sampah bertumpuk banyak di sungai, juga dapat menyebabkan saluran air tersumbat, dan aliran sungai itu langsung berhenti. Hasilnya, ketika hujan turun, air dalam sungai itu meluap keluar dan berubah menjadi banjir. Pohon-pohon yang besar sekalipun juga ikut terkena banjir, karena tidak mampu menahan resapan air, dan air banjir tersebut akan masuk ke rumah-rumah penduduk yang bermukim. Inilah yang merupakan masalah pengaruh air di dalam kehidupan terhadap lingkungan hidup menurut sudut pandangan teknik lingkungan. Menurut pandangan teknik lingkungan, pencemaran air tersebut harus dihentikan dan dimusnahkan. Sampah, merupakan benda yang sangat terkutuk dalam hal ini, karena menimbulkan kekotoran dan penyakit bagi air itu, terutama air sungai dalam contoh tadi, dan juga membawa bencana berupa sakit penyakit, maupun banjir bagi manusia tentunya. Sampah dibedakan dalam 2 bentuk, yakni sampah padat (sampah dalam berwujud benda plastik, besi, kertas bekas, dll), dan sampah cair (limbah pabrik, deterjen, dll). Inilah yang merupakan vektor dari pencemaran air tadi.
            Satu-satunya cara untuk menghentikan pencemaran air ini adalah dilarang membuang sampah di sungai, danau, pantai, laut, mata air pegunungan, waduk, maupun sumber mata air lainnya, baik dalam bentuk padat, maupun cairan, baik dalam bentuk skala kecil, maupun skala besar. Cara tersebut diyakini mampu menghentikan pencemaran air tersebut, selama kita masih peduli tentang kelestarian alam dan lingkungan kita. Bagi pandangan teknik, sampah-sampah tersebut harus secepatnya diolah dalam bentuk daur ulang, sehingga tidak ada istilahnya pencemaran air itu juga. Dengan cara itu, kita juga yakin bahwa lingkungan hidup tersebut juga dapat terpelihara sebagaimana mestinya, dan seluruh makhluk hidup juga ikut bahagia karena kebersihan, kepedulian, dan kelestarian sudah dapat terlaksana dengan baik, terutama terhadap air tentunya. Demikian penjelasan saya tentang "pengaruh air di dalam kehidupan terhadap lingkungan hidup menurut sudut pandangan teknik lingkungan"  di dalam solusi dan inovasi dalam segala permasalahan lingkungan hidup yang berkaitan dengan ilmu keteknikannya. Mohon maaf kalau ada salah kata maupun perbuatan, tapi yang terpenting adalah, kita dapat mengerti bagaimana cara menjaga lingkungan hidup kita dengan sebaik-baiknya, yang tentu saja sangat bermanfaat bagi kita semuanya. Terima kasih!! Jaya USU!! #BanggaJadiAnakTeknik.
   

No comments:

Post a Comment